Minggu, 7 feb 201o, kantor dapet undangan dari Harian Nusa Bali untuk berpunia (berderma) dan ngayah (gotong royong) ke Pura Penataran Ped. Pura ini terletak di Nusa Penida, sebuah pulau di tenggara pulau Bali. Pura ini juga di sebut Pura Dalem Ped, nama ini biasa disebut oleh Balian (orang pinter). Untuk sejarahnya klik disiniSekitar pukul 8 pagi kami berkumpul di Bounty, Pelabuhan Benoa, untuk registrasi. kira2 jam 9.30 kami naik k kapal. Sebuah kapal yang unik. Lt 1 seperti mimbar, lt.2 kaya d feri umumnya, lt 2 open area, ada hiburan live band. lt 3 serasa d jalan legian, dunia gemerlap style. 45 menit kemudian tiba di nusa lembongan untuk nurunin bule2 yg lagi liburan. 15 menit kemudian kita tiba d TKP. Berhubung badan kapal segede bagong atau mungkin ngirit waktu, kapal berhenti agak jauh dari daratan. Lalu datanglah rombongan jukung menjemput kita.
OK, akhirnya kita nginjek tanah lagi, pasir tepatnya. Urutan persembahyangan pertama adalah Pura Segara. kedua, Pura Taman. ketiga Pura Ratu Gede. Keempat, Penataran Agung. Meski panas menyengat, semangat kami untuk menyerahkan diri pada-Nya tidak surut. Angin sepoi-sepoi yang berhembus menjadi AC alam bagi kami, para Pengayah.
Usai bersembahyang d ke-4 tempat tersebut, acara selanjutnya adalah gotong royong. Sebelum berangkat, Nusa ngasi tau supaya kita bawa alat2 gotong royong macam plastik sampah, sapu lidi, sabit, pisau, dll. Tujuannya bersih2 dan nyiapin perangkat upacara macam penjor, dll.
Ternyata disela-sela kesibukan pengayah, Nusa sudah nyiapin artis buat ngibur kita. Artisnya "XXX Band" yang mengusung musik Rap dibalut Rock beserta sanak saudaranya dengan lirik berbahasa Bali. Para pengayah cukup antusias dengan kehadiran Band tersebut. Ini terbukti dari para pengayah yg ikut bernyanyi bersama.
14.15. waktu yang di stel panitia untuk kembali ke Kapal. Tiba di pantai, naik jukung, naik Kapal Bounty lalu cari posisi duduk ter-uenak sambil nonton Bruce Almighty. Tiba-tiba di ajakin nongkrong d kokpit (atau apalah namanya). tancap bro, dari sini kita liat kerja si Nahkoda. di sini hantaman kapal k ombak lebih kerasa n berakibat mual, untungnya ga parah.
Kira-kira jam 16.30 kita tiba d Bali lagi. Anter pulang para staf dulu ke tempat masing2. Bagi2 bekel yang sisa. Pulang deh. End of story.
Sebuah kegiatan yang patut diacungi jempol. Hidup Nusa. Kami tunggu program Tirta Yatra berikutnya !!! Btw, thx kaosnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Please give feedback. Your feedback is a means to advance this blog