Selasa, 16 Maret 2010

NGRUPUK and OGOH-OGOH


Ngrupuk is Nyepi eve. Celebrates the caka new year 1932 to drive out evil spirits. Balinese people do with the "Ogoh-ogoh" paraded around the city."Ogoh-ogoh" is a mannequin made to look scary. Ogoh-ogoh was lifted by a group of people.


Things done on nyepi day are called Catur Brata Panyepian which are no works, no fire or light, no travel, and no entertainment.

On Nyepi day the people evaluate themselves, how far the level of spiritual ascent that has been achieved, and
...have each of us to understand the nature of the purpose of life in this world.


This blog covering the parade competition "ogoh-ogoh" in Denpasar.







Floating, is a trending theme. Difficulty level of making the Ogoh-ogoh becomes challenge for the creators. But its become monotone,'coz everyone makes the same thing.



Instead Ogoh-ogoh, accompanying art attractions also assessed. Picture above shows the dance of the Ogoh-ogoh's theme.



These guy are willing to climb after watching ogoh
-ogoh.



For those who hunger and thirst, food corner available around the parade


After the march ended the darkness will fall over the city of Denpasar and surrounding ares. But first, ogoh-ogoh will be burned to prevent the wizard to use it for bad purposes.

In the morning, when the sun was rising, "Catur Brata Penyepian" implemented by the Hindus and all the inhabitants of the island of Bali. The government turned off the radio and television broadcasts to support the implementation and the sanctity of this Nyepi holiday.

Regarding electricity, the government has a policy to not turn them off for the hospital and tourism. But, its use will be monitored by "Pecalang" aka Indigenous Police.




Minggu, 07 Februari 2010

NGAYAH @ Pura Penataran Ped bersama Harian Nusa

Minggu, 7 feb 201o, kantor dapet undangan dari Harian Nusa Bali untuk berpunia (berderma) dan ngayah (gotong royong) ke Pura Penataran Ped. Pura ini terletak di Nusa Penida, sebuah pulau di tenggara pulau Bali. Pura ini juga di sebut Pura Dalem Ped, nama ini biasa disebut oleh Balian (orang pinter). Untuk sejarahnya klik disini


Sekitar pukul 8 pagi kami berkumpul di Bounty, Pelabuhan Benoa, untuk registrasi. kira2 jam 9.30 kami naik k kapal. Sebuah kapal yang unik. Lt 1 seperti mimbar, lt.2 kaya d feri umumnya, lt 2 open area, ada hiburan live band. lt 3 serasa d jalan legian, dunia gemerlap style. 45 menit kemudian tiba di nusa lembongan untuk nurunin bule2 yg lagi liburan. 15 menit kemudian kita tiba d TKP. Berhubung badan kapal segede bagong atau mungkin ngirit waktu, kapal berhenti agak jauh dari daratan. Lalu datanglah rombongan jukung menjemput kita.

OK, akhirnya kita nginjek tanah lagi, pasir tepatnya. Urutan persembahyangan pertama adalah Pura Segara. kedua, Pura Taman. ketiga Pura Ratu Gede. Keempat, Penataran Agung. Meski panas menyengat, semangat kami untuk menyerahkan diri pada-Nya tidak surut. Angin sepoi-sepoi yang berhembus menjadi AC alam bagi kami, para Pengayah.


Usai bersembahyang d ke-4 tempat tersebut, acara selanjutnya adalah gotong royong. Sebelum berangkat, Nusa ngasi tau supaya kita bawa alat2 gotong royong macam plastik sampah, sapu lidi, sabit, pisau, dll. Tujuannya bersih2 dan nyiapin perangkat upacara macam penjor, dll.



Ternyata disela-sela kesibukan pengayah, Nusa sudah nyiapin artis buat ngibur kita. Artisnya "XXX Band" yang mengusung musik Rap dibalut Rock beserta sanak saudaranya dengan lirik berbahasa Bali. Para pengayah cukup antusias dengan kehadiran Band tersebut. Ini terbukti dari para pengayah yg ikut bernyanyi bersama.


14.15. waktu yang di stel panitia untuk kembali ke Kapal. Tiba di pantai, naik jukung, naik Kapal Bounty lalu cari posisi duduk ter-uenak sambil nonton Bruce Almighty. Tiba-tiba di ajakin nongkrong d kokpit (atau apalah namanya). tancap bro, dari sini kita liat kerja si Nahkoda. di sini hantaman kapal k ombak lebih kerasa n berakibat mual, untungnya ga parah.

Kira-kira jam 16.30 kita tiba d Bali lagi. Anter pulang para staf dulu ke tempat masing2. Bagi2 bekel yang sisa. Pulang deh. End of story.

Sebuah kegiatan yang patut diacungi jempol. Hidup Nusa. Kami tunggu program Tirta Yatra berikutnya !!! Btw, thx kaosnya...

Selasa, 05 Januari 2010

WEEKEND ON GILI TRAWANGAN



libur tlah tiba!! hore!! kira2 gitu kata Tasya (kalo bener). dalam menyambut liburan kali ini, dengan kebulatan tekad bak pemuda RI jaman belanda ,akhirnya jadi juga kita k Gili Tralala setelah berbulan-bulan hanya jadi topik-topik tak berujung pangkal. Walopun diriku didera penyakit pada H-2, dengan kekuatan bulan tetap ku jelajahi ni pulau.

PETUALANGAN SI BOLANG (BOCAH-BOCAH JALANG) DI MULAI

alkisah 6 orang anak manusia yang berhasrat berpetualang menuju pulau seberang. konon katanya pulau itu punya view yang elok. perjalanan itu dimulai pada awal tahun 2010, tepatnya jam 23.00 dari Denpasar. dengan menumpang APV, rombongan makhluk gaib tersebut tiba jam 00.30 di Padang Bai Seaport.

Sambil nungguin kapal merapat kita ngopi dulu. hampir aja kita ketinggalan kapal gara2 ada temen,ngotot pula,yg nungguin tukang tiket d pos yang salah... Harga tiket per ekornya Rp 31.000,- dah termasuk asuransi dan segala macemnya. Perjalanan makan waktu 4-5 jam.



Beberapa saat kemudian kapal memperbolehkan makhluk macam kami masuk ke dalemnya. rombongan nyante dulu di dek soalnya ga bisa masuk ke dalem ruangan karena d kunci. eh ternyata setelah di buka banyak orang rebutan masuk. ternyata mereka rebutan bangku buat tiduran. jadilah kita beku selama perjalanan. 4 jam dalam kebekuan dan ditemani angin malem


GO GILI TRAWANGAN...




2 Jan 2010,jam 5 pagi , Lembar seaport dah di depan mata. Pelabuhan dikelilingi bebukitan nan indah. mentari merangkak naik dari punggungnya dan mewarnai langit. tak ku sia-siakan kesempatan ini. kuabadikan dalam bidikan Canon EOS-ku...

Turun dari kapal kita ngopi lagi sambil nungguin Puput Cabe, teman kita yang akan nganter ke Bangsal, Pelabuhan yang akan mengirim kita ke Trawangan. tak lama kemudian Bang Puput tiba. berangkatlah kita ke Bangsal dengan kijang sewaan seharga Rp 250.000,-.

Tibalah kita di Bangsal 1 jam kemudian setelah melewati jalan berkelok mengitari pantai Senggigi. indah nian pemandangannya,mungkin Kuta jaman purba juga kaya gini. lautnya biru muda dan terlihat 3 gili yaitu gili meno, air dan Trawangan.


di Bangsal kita beli tiket Rp10.000, buat nyebrang. 15 menit kemudian kita cabut ke Gili Tralala. lautnya tenang, asik banget. Kita ngelewatin Gili Meno n Gili Air. kita nyampe 30 menit kemudian.


GILI TRAWANGAN, AKHIRNYA NYAMPE JUGA!!!

Di GT kita ketemu ma Bli Puja, yang ternyata masih sodara ma kru kita. Om Puja ngajak kita ke hotel yang terbilang murah mengingat lokasi deket banget ma Pantai. kalo ga salah rp 125K. Hotel2 d sana bertarif dari 250K hingga jutaan. After that, kita cari lunch bareng ma mas Puja. Kalo ga da beliau mungkin dagang nasinya nembak kita ampe Rp50K untuk makanan,yang kalo di Bali, cuman Rp7000an.



Siang itu,sekitar jam 14.00, kita keliling dulu sambil ngliat aktifitas di sekitarnya. Gak ada kendaraan bermotor di sini. untuk transport ada pilihan pake kaki sendiri, sepeda n cidomo (macam dokar gitu). Sepeda disewakan antara Rp15k-Rp50K/jam. Cidomo, kalo ga ditanya secara detil, bisa kena Rp150K/orang. Gila ga tu?? kita sempet liat bule berantem ma kusir Cidomo gara2 ditembak segitu...


aktivitas laennya, ada snorkling, diving, mancing, n keliling2 3 pulau (Meno,Air n Trwangan) dengan "Glass Botomed Boat", macam kapal yang ada kacanya gitu. Untuk paket di atas dikenakan tarif antara Rp550k-Rp750k/trip. Malahan ada yg Rp75K/ekor, tp jadwalnya nunggu rame.


Sorenya, Pak Puja ngajakin kita lihat sunset dari bukit. perjalanan dah kayak Ninja Hatori aja, mendaki gunung dan menuruni lembah. walhasil, dari atas bukit kita bisa ngliat keseluruhan pulau dan pulau-pulau lainnya. Disini juga ada goa jepang, markas mereka jaman perang dunia 2. abis tu kita turun ke tempat yang mirip bar abis perang pula. Di bar ini,wisatawan berkumpul nungguin sunset. Ya uda kita nongkrongin si Matahari balik ke peraduannya. Buset deh,warna langitnya indah banget.... Sekali lagi kita abadikan..


Malemnya, ceritanya kita mau dinner di resto pinggir pantai. entah darimana datengya mendadak tempat ini jadi rame banget, kita sampe susah dapet tempat . ternyata punya duit tetep susah cari makan,hehe... Indonesian food paling murah 25K. Jus juga segitu. Pertama kali ngerasain jus avokad lengkap dengan kulit dan bijinya disini.. asli sepet banget....


Bis tu kita cari tongkrongan yang da live musikna. kebetulan ada tuh, musiknya reggae. Nah kebetulan temen kita ada yg doyan aliran ini, jadilah kita mampir disini. eh ternyata ada makhluk beda aliran maen disini. ada eno netral, n ada ringgo pula. Ku samperin aja, minta tolong buat motoin kita... hehehehe. Boong.





Paginya,cek out, pulang ke daratan. Ternyata bule2 juga pada mudik, liburannya abis kali. Di daratan, Mas Puput sudah menunggu...


MENJELAJAHI LOMBOK TIMUR

Setelah mulangin mas Puput, kita pinjem tu Kijang buat ke Wanasaba.Lombok Timur, kampung salah satu teman kita, mau selametan karena dah mau wisuda. Perjalanan sekitar 60 km dan makan waktu 1jam 15 menit. Disana kita dijamu abis2an. Kita serasa wisata kuliner kaya Pak Bondan Winarno.
Sore hari, kita menuju Mataram Mall, satu2nya Mall di lombok (kalo ga salah). Disana kita rendesvouz ma bang Puput buat nganterin kita ke Lembar Seaport.



BALI, PLEASE WELCOME, US!!

30 menit kemudian kita nyampe Lembar. Beli tiket. Nungguin Kapal. Say goodbye to Puput. Kapal merapat kita berebut masuk. Syukurlah kali ni kita dapet kapal bagus. Putri Gianyar nama kapal tersebut. Tidur nyenyak. Ga Masuk angin lagi....

4 jam berlalu. Kapal merapat di padang Bai hari senin, 4 Jan 2010, 02.00.... Pak Ate,sang penjemput, sudah tiba dengan APV andalannya. Jam 03.00 kita nyampe di Denpasar...

Capek, tapi hepi......

Next...???
SEKILAS GILI TRAWANGAN

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Denger2 juga ni tempat jd tongkrongannya Slank n jadi inspirasi lagu Pulau Biru-nya mereka.

Dahulunya pulau ini pernah dijadikan tempat pembuangan narapidana. Pada waktu itu karena semua penjara sedang penuh, raja yang waktu itu berkuasa membuang 350 orang pemberontak Sasak ke pulau ini. Baru sekitar tahun 1970-an pulau ini dikunjungi penduduk dari Sulawesi yang kemudian menetap di sini.

Ref: http://id.wikipedia.org/wiki/Gili_Trawangan